Red Bobblehead Bunny Kasyafa Firesa's Blog

Thursday, November 23, 2017

Inikah Jawabanmu, Tuhan?

Inikah Jawabanmu, Tuhan?
Buah Karya: Kasyafa Firesa


Kembali lagi denganku, Sahabat, Farhana Azzaryska. Seorang gadis yang masih saja disebut lugu oleh banyak orang, meski kini usiaku telah 20 tahun. Dua tahun lamanya aku membenamkan diri pada kesunyian hingga tak berani kembali bercerita padamu melalui blog ini. Dan kurasa, dua tahun yang cukup singkat ini menyisakan ribuan kisah yang menyesakkan dadaku. Mungkin inilah saatnya aku mencurahkan semuanya, kenangan pahit yang dapat membunuhku secara perlahan. Yang membuatku terbang pada saat-saat tertentu, sekaligus menghujamku ke dasar jurang pada saat yang bersamaan. Tak percayakah Kau dengan itu?

***

14 November 2012, masih melekat saja kenangan pada saat itu dalam memoriku. Ingin rasanya aku kembali ke masa itu, saat kaki kecil ini menginjak Tanah Kerinci di seberang pulau. Tanah dengan segenap keindahan menyertainya, dilengkapi dengan makhluk Tuhan nan ramah. Ingin rasanya kembali bertegur sapa dengan mereka yang menawarkan sebuah senyum yang tulus. Ah, Tanah Kerinci begitu sempurna dengan kehadiran mereka.

Tak terasa waktu terus berjalan, dua minggu sudah aku berada di Jambi dan harus berakhir untuk pulang. Tak ada kisah spesial yang perlu dijelaskan secara detail. Yang pasti, satu hari sebelum kepulanganku, aku diikutsertakan unutk Pemilihan Pramuka Putri Teladan Tingkat Nasional. Mewakili provinsiku, seorang diri, disertai dengan kecemburuan mereka-mereka yang tidak terpilih. Nothing special. Biarkan mereka memendam kecemburuan itu, toh bukan aku yang mengajukan diri. Berkat nekat yang bercampur dengan nasib keberuntungan yang sedang berpihak padaku, aku berhasil menjadi Runner Up pertama, mengalahkan puluhan wanita cantik dengan gaun adat yang tak kalah cantiknya. Sedangkan aku? Teman-teman sudah tahu bagaimana aku, kan? Dandan saja aku tak bisa, memasak apalagi. Maka entah darimana asalnya, aku bisa menandingi saingan beratku dan mengharumkan Jawa Barat meski hanya satu kali.

Setelahnya, aku beserta teman-teman harus kembali ke kampung halaman, Bekasi, kota infdustri yang tak banyak dirindukan orang. Di antara rombonganku, hanya aku saja yang tak ingin pulang, karena teman-temanku yang lain lebih merindukan kesejukan rumah. pikir mereka. Bukan aku tak merindukan rumah, tapi aku berada di sana jauh lebih lama dibandingkan berada di alam luar seperti ini. Ingin rasanya aku bertahan, tapi teringat akan tugas-tugas yang menumpuk dan ulangan susulan yang harus kukejar karena tidak sekolah selama dua minggu ini, membuatku melupakan semuanya. Aku bisa saja tinggal di hutan, atau mencari kenalan, berpindah dari satu rumah ke rumah lain. Namun, aku tak mungkin melupakan tanggung jawabku sebagai pelajar yang belum tuntas. Dengan berat, kulangkahkan kaki menuju bis. Suasana pulang begitu cair, teman-temanku kembali berceloteh dan saling memamerkan foto mereka saat di Jambi. Aku? Hadiah pun tak kusentuh, hanya menulis catatatn tak jelas dalam notebook. Tak ada ponsel, tak ada yang perlu kuhubungi, tak ada yang perlu kucari tahu. Memori indah di Tanah Jambi selalu terngiang dan membuatku semakin merindukannya.

Satu setengah hari perjalanan, kami kembali harus menyeberang laut dengan Kapal Feri. Karena tiba di sana pada malam hari, masih jelas ingatanku betapa indah view di sana. Kerlipan lampu-lampu yang menyala sepanjang tepi laut, aduhai, aku ingin tinggal di sini lebih lama. Iseng, kukeluarkan bolpoin hitamku saat petugas kapal tak ada. Dan teman-teman tau apa yang akan kulakukan? Hehehe. Kuukir sebuah tulisan di pagar kapal bagian bawah. Pagar berwarna putih itu membuat tulisan bolpoinku terlihat menyala. Aku tersenyum saat mengukirnya, dan bertekad bahwa suatu saat akan kujumpai lagi tulisan ini dengan orang lain yang kuukir namanya di sana.

Namun, khayalan tinggal khayalan. Tak lama setelah aku selesai menulis, petugas kapal memergokiku yang tengah memandangi tulisan itu. Sialnya, bolpoin masih kupegang dengan tanganku dan pelaku penulisan itu tertangkap sudah.

"Apa yang kamu tulis itu, hey? Ini kapal bukan papan tulis, tak bawa kertaskah kau?" Begitu kira-kira yang ia maksud, karena bahasa Lampung yang ia gunakan sulit kumengerti. Teman-temanku hanya tertawa cekikikan melihatku, akupun menanggapinya dengan santai sambil tersipu malu.
"Hapus pakai ini!" Petugas kapal itu menyodorkan sabun colek beserta spons kepadaku, meskipun ia memakai bahasa Lampung lagi, aku langsung mengerti maksudnya.
Kuambil sedikit sabun colek itu dengan spons dan berpura-pura menggosokkannya. Petugas kapal itu langsung pergi setelah mengetahui bahwa aku akan menghapusnya. Dan tanpa dia ketahui, aku tak jadi menghapus tulisan itu. Teman-teman langsung mengerubungiku untuk tau apa isi tulisan itu. Tawa keras kembali menggelegar, bahkan kami menjadi tontonan penumpang kapal yang lain.
"Hanaa..Hana.." Nheza menggelengkan kepalanya sambil tertawa. Aku hanya tersenyum dan menutupi tulisan itu sepanjang jalan.

***

"What are your competences which make you wanna work in here?" Mr. Boyke, lelaki asal Kanada berkulit putih itu bertanya kepadaku. Setengah sadar aku menjawabnya, aku pun tak menyangka mengapa kini aku berada dalam wawancara pelamar kerja di perusahaan besar di kotaku. Siapa yang melangkahkan kakiku kesini, kurasa aku tidak melakukannya. Sejak pembuatan surat keterangan pencari kerja, hingga akhirnya aku sampai pada tahap akhir yang akan menentukan nasibku, aku seperti kehilangan kesadaran saat melakukannya. Ragaku berpindah ke sana kemari, dari kantor polisi lalu ke kecamatan, ke rumah sakit untuk medical checku-up, dan bolak-balik dari rumah ke perusahaan lalu ke rumah lagi dan kembali ke sana lagi. Tapi jiwaku, ia berada di semak-semak kumpulan buku-buku itu. Masih menempel pada seragam putih abu-abu, masih melekat pada bolpoin hitam yang selalu kukenakan. Masih bersemayam pada buku diktat yang selalu kupelajari. Tidak, tidak, Tuhan. Aku ingin berlari meninggalkan mereka dan segera duduk di atas bangku, mendengarkan materi dari seseorang yang kupanggil dosen, berpusing ria dengan seabrek rumus-rumus. Aku merindukan itu.

"Hey, girl? What was in your mind? You have just two minutes!"

Pria bule itu membuyarkan lamunanku. Aku tau aku harus menjawabnya, meski aku tak peduli lagi dengan hasil nanti. Aku jawab sekenanya lidahku bergerak, bahkan aku tak mengerti mengapa mereka tersenyum puas dan mengangguk-anggukkan kepala mereka. Dan akhirnya, wawancara sudah selesai dan aku kembali ke rumah. Meninggalkan tempat yang membingungkan itu. Mengapa aku bisa berada di sana?

***

Hari ini, aku menghabiskan waktu bersama teman-temanku di Pramuka. Karena adik-adikku mengikuti lomba, aku hadir di sana sekedar untuk menyemangati. Saat adzan Maghrib berkumandang, aku baru memasuki pelataran rumah. Kubuka pagar rumah dan berpapasan dengan Abi yang hendak ke musholla.
"Cepat mandi dan shalat!" Aku menganggukkan kepala. Abi sudah melangkah menuju musholla yang berada di dekat rumahku. Usai mengucapkan salam, aku mendengar Umi sedang mengambil air wudhu. Segera kulepas tasku dan mengambil handuk, berpapasan dengan Ummi.
Ia tersenyum, berhenti sejenak saat aku berpapasan dengannya. Seperti ada yang ingin ia sampaikan, tapi ia segera berlalu. Aku langsung mandi dan menyusulnya shalat.

"Ini ada surat." Ummi menyodorkan surat saat aku melipat sajadah, beramplopkan putih dengan desain gedung perusahaan yang kemarin kudatangi. Mungkin surat pengumuman, aku membukanya dan melirik Ummi. Ia tersenyum puas, dan aku bisa menebak apa keajaiban itu. 

"Diterima". What? Mataku membelalak melihatnya. Ribuan tanda tanya berkelebat dalam pikiranku, bagaimana bisa lulusan SMA tanpa kompetensi sepertiku bisa diterima bekerja di perusahaan terkenal di kota ini? Aku benar-benar kecewa, mengapa aku tidak bisa berpura-pura menunjukkan ketidakbisaanku pada penguji kemarin? Lain halnya dengan Ummi, ia begitu sumringah seolah mendengar akan diberangkatkan haji.
"Alhamdulillah, kamu diterima bekerja ya." Ia mengusap kepalaku. Aku hanya tersenyum getir. Kutundukkan kepala agar wajah layuku tak terlihat olehnya. Aku langsung pamit untuk menyimpan mukena beserta sejadah ke kamarku. Tak lama, ponselku bergetar. Ada sebuah pesan masuk dari nomor asing. Lambat sekali langkahku untuk mengambilnya, mungkin saja ini konfirmasi dari perusahaan itu yang mengumumkan melalui sms. Tanpa basa-basi, aku membukanya.

"Diterima". Ya, kata itu lagi. Aku semakin tak bersemangat dan ingin meletakkan itu ke atas kasurku. Tapi, mataku melihat ada kata lain pada sms itu. Tak kutemukan nama perusahaan tersebut, melainkan... Institut! Ya, institut! Jantungku tiba-tiba berdegup kencang dan mataku terbuka selebar-lebarnya.

"Diterima, di Institut..." Allahu Akbar. Allahu Akbar. Aku meneteskan air mata setelah membacanya. Aku masih tak percaya meski aku berharap ini benar-benar nyata. Aku menepuk-nepuk pipiku dengan kencang. Iya, ini nyata. Terimakasih Ya Allah... Kubersujud seraya menitikkan air mataku. Aku segera menemui di ruang tengah, menunjukkan sms itu padanya. Kini, aku yang tersenyum riang. Sedangkan Ummi terlihat pasrah dan tidak bergairah melihatnya. Sepertinya, ia tau apa yang akan kulakukan. Aku tak akan ragu lagi, aku memang diterima di perusahaan terkenal yang menjanjikanku gaji besar. Tapi, institut ini juga menerimaku. Bagaimana mungkin aku mempertaruhkan sebuah ladang ilmu dengan tumpukan rupiah?

***

Packing sudah selesai. Aku bersama Abi menaiki motornya dan beranjak menuju Kota Kembang, dimana institut yang menerimaku berada. Abi bilang, menggunakan motor lebih menyenangkan. Aku akan memiliki waktu yang lebih lama dengan Abi, karena ia tahu bahwa aku akan segera merantau di luar kota. Kuiyakan saja, meski kami harus berhenti di tengah-tengah perjalanan. Entah karena adzan, Abi yang kelelahan, ataukah kakiku yang kram. Hehehe, abi selalu memiliki selera humor yang membuatku tertawa terpingkal-pingkal. Tak terasa, kami tiba di institut saat adzan Zhuhur berkumandang. Lima jam perjalanan di motor cukup untuk membuat tubuhku pegal-pegal. Aku dan Abi langsung menuju masjid terdekat untuk shalat dan beristirahat.
Tepat pukul 13.00, aku memasuki ruang administrasi di Institut untuk mendaftar ulang. Petugas yang dahulu juga melayaniku, bahkan aku masih ingat ucapannya dulu,
 "Adik daftar beasiswa di Teknik Industri? Wah, yang daftar banyak sekali, Dik. Cuma satu orang yang akan diterima, kecil sekali kemungkinannya."
Tentu, ucapan ini masih melekat dalam pikiranku, karena ucapan inilah aku menjadi down, sekaligus lebih bersemangat belajar demi mempersiapkan untuk test disini. Dan, kini aku kembali dengan senyum yang merekah. Petugas itu melihatku lama, mengacungkan telunjuknya seperti pernah melihatku.

"Kamu.. yang waktu itu dateng dari Bekasi ya? Wah wah, kamu diterima jalur beasiswa? Selamat, selamat, hebat bisa masuk ya." Ia menjabat tanganku, aku sangat sejuk mendengar ucapan itu. Ucapannya yang dulu membuatku down kini tersulap menjadi motivasi yang membuat semangatku menyala. Ya, ini semua karena Allah telah berbaik hati padaku. Abi yang menyaksikannya hanya tersenyum haru, ia menungguku di kursi belakang.
Setelah aku mendapatkan formulirnya, aku segera menghampiri Abi untuk mengisi formulir tersebut. Ada beberapa berkas yang harus ditandatangani oleh Abi. Ia begitu seksama membaca isi kontrak perjanjian beasiswaku. Beberapa kali harus tercengang karena melihat bahwa IPK-ku harus di atas 3, dan persyaratan lain yang membuatnya khawatir. Aku berusaha meyakinkannya bahwa aku bisa melakukannya. Aku langsung beranjak membeli materai 6000 untuk ditempelkan pada surat perjanjian. Setelah selesai, kuserahkan pada petugas dan aku mendapatkan kartu studi mahasiswa. Ya, mahasiswa! Aku menggandeng Abi untuk mencari kost yang akan kutempati. Sulit juga mencarinya, hingga akhirnya Abi memakirkan motornya di kampusku dan kami berjalan kaki. Kutelusuri gang-gang kecil yang berada di seberang kampus, berharap ada kost-kost kosong yang bisa kusewakan. Beruntung ada seorang ibu yang melihat kami dan langsung menawari kami kost-an kosong. Ia menunjukkan kami kost-an kosong yang dimaksud.
Setelah melihat kondisi kamar dan bertemu dengan pengelola kost-nya, tanpa babibu Abi segera membayar uang muka. Selain letaknya yang sangat dekat dari kampus, pertimbangan Abi adalah pengelola kost-nya yang sangat ramah dan tinggal bersamaku. Dengan kata lain, aku memiliki orang tua baru yang akan menjaga dan mengawasiku.
Setelah itu, kami pulang dan kembali menaiki motor Abi. Perjalanan terasa lega, senyumku mengembang sepanjang jalan. Ingin rasanya cepat-cepat merantau dan meninggalkan rumah. Aku ingin tahu seberapa aku bertahan dalam kesendirian di kota kembang nanti.

***

Sidang senat untuk upacara penerimaan mahasiswa baru telah digelar, aku dikelilingi oleh wajah-wajah asing di sekitarku. Dari SMA-ku, tak ada yang mendaftar ulang ke institut ini. Beberapa di antara mereka lebih memilih berkuliah di dekat rumah, ada yang telah diterima di universitas lain, dan sisanya entah kemana. Kemegahan gedung semakin membuatku merasa kecil. Suasana riuh-rendah mahasiswa baru yang saling mengenal satu sama lain membuatku merasa terasing. Beberapa di antara mereka berasal dari sekolah yang sama, sedangkan aku, seorang diri mewakili SMA yang antah berantah tak akan mereka kenal dari sini.

"With Hana Azzaryska, from Bekasi." Perkenalan singkat yang menjadi permulaanku di kota kembang ini.

Bandung,
Terimakasih sudah merelakanku mengukir sejarah disini.

Untitled

Hey, kamu
Iya, kamu.
Yang sedang baca, aku sedang bicara pada matamu.

Tunggu aku di seberang sana.
Seberang dimana diriku beratapkan langit.
Beralaskan tanah.
Bersisian dengan papan papan coklat.
Dan siraman mawar darimu.

Kau,
Mari ke sini,
Dekati aku, dan mari kita bersahabat.

Kau tak perlu tau siapa aku,
Darimana asalku,
Dimana saja aku berdiam diri 

Kau tak penting,
Maksudku, aku yang tak penting untuk kau ketahui
Anggap saja aku angin lalu
Yang sesekali ingin menyibak rambutmu
Meniupkan angin sejuk pada dahinya
Bahkan jika bisa, kusapukan angin lembut pada pipimu yang halus

Bagaimana?
Bisakah kita bersahabat
Sebagaimana rumput yang selalu terinjak
Aku tak punya nama untuk kau panggil
Sebagaimana kapas yang mudah terbang
Orang-orang begitu mudah melupakanku

Hehe, buruknya aku
Tapi, semoga kau tetap ingin bersahabat
Aku takkan merugikanmu
aku takkan meminta apa-apa darimu
Kecuali, waktumu
Iya, waktumu yang mahal
Oya, jika uangku sudah banyak

Aku akan bertanya padamu
Berapa harga persahabatan kita
Jika itu harus dibayar
Akan aku bayar sesuai permintaanmu

Sungguh
Aku ingin sekali dekatimu
Canda riamu tulus kubaca
Berada didekatmu, aku bahagia tak terkira

Hai, kau jangan menjauh
Sini, aku takkan mengganggumu 
Sebentar saja, aku ingin berada di sisimu
Ya, sebentar saja, Sahabatku

Hai..
Kenapa kau semakin menjauh?
Apa yang salah dengan diriku
Apakah aku..
Mengganggumu?
Membuatmu takut?
Membuatmu risih dan enggan bersahabat denganku?

Sahabat baruku..
Maaf?
Maksudmu?
Kau juga enggan kupanggil sahabat..
Baiklah..

Temanku..
Jika kau ingin menjauh
Menjauhlah..
Aku tak mengapa disini

Maafkan aku yang memaksamu disini
Utk menjadi sahabatku
Walau hanya sebentar saja.

Iya, kau memanggilku?
Pergi?
Oh, maksudmu, aku pergi dari sini?

Oh, iya, iya sahabatku.
Maksudku, iya temanku.
Aku akan pergi.
Iya, aku akan pergi sekarang.

Izinkan aku menatapmu sepuluh detik lagi.
Izin, aku izin..
Tidak? 
Tidak , katamu?
Baik, baiklah.
Aku pamit.
Iya, aku pamit.
Semoga kau bahagia ,
Maafkan aku.
Ya, maafkan aku temanku

Monday, August 18, 2014

Tips Mencari Kost

Menjadi anak kost? Ciyeee selamat yaa!! Saatnya bersiap untuk mandiri :D (mandi-sendiri?!). Hmm, suka banyak nih yang nanya, "Kak, enak ga sih jadi anak kost-an?" Kamukah salah satu yang memiliki pertanyaan itu? Gini ya guys, enak atau gak enak menjadi anak kost itu relatif, setiap orang bisa saja punya pandangan yang berbeda sesuai pengalaman mereka. Nah, untuk menjadi anak kost, teman-teman harus pintar dalam mencari kost yang ingin kita tempati. Salah memilih kost juga bisa berakibat fatal lho buat kota. Masa sih? Iya dong. Karena kita akan jauh dari orangtua, apapun yang kita butuhkan harus dikerjakan sendiri. Lingkunganlah yang bisa membantu. Teman-teman kost kita, ibu/ bapak pengelola kost-an, ataupun tetangga di sekitar kost-an kita. Merekalah keluarga baru kita, yang tentunya lebih dapat membantu saat kita butuh bantuan, karena orangtua kita pasti berada di daerah yang cukup jauh, bukan? Yuk, simak baik-baik Tips Mencari Kost ini :)

1. Lihat lingkungan kost
Yups, lingkungan mempunyai peran yang cukup penting lho untuk menunjang keseharian kita. Nah, yang dimaksud lingkungan kost ini berkaitan dengan tata letaknya. Yuk kita lihat, apakah kostan kita berada di daerah rawan banjir? Atau, rawan bencana alam lainnya? Wah wah wah, sebelum memutuskan untuk menyewa kost, sebaiknya pertanyaan tadi ditanyakan dulu ya teman-teman...

2. Apakah kostan saya strategis?
Yang dimaksud strategis di sini adalah mudah diakses, dan mudah mengakses. Apa itu kemudahan mengakses? Coba kita perhatikan, apakah kostan kita berada dekat dengan tempat ibadah? Apakah kostan kita berada dekat dengan warung makan atau warung tegal? Apakah kostan kita berada dekat dengan tempat belanja seperti pasar atau supermarket? Apakah kostan kita berada di dekat rumah sakit atau klinik? Apakah kostan kita berada di dekat kampus atau tempat kerja kita? Apakah di kostan kita berada dekat toko fotocopy, counter, atau mungkin warnet?Selain itu, yang perlu teman-teman perhatikan adalah mencari kostan yang dekat dengan jalan raya, agar mudah mengakses kesananya.

3. Apakah kostan saya aman?
Yups, hal yang paling penting untuk diperhatikan. Kestrategisan letak kostan belum bisa menjamin bahwa kostan itu aman ya. Coba ditanyakan, apakah di sekitar kostan sering terjadi kemalingan? Atau motif penjahatan lainnya? Ada baiknya mencari kostan yang satu tempat dengan rumah pengelola kostan, atau minimal yang berdekatan. Karena pastinya pengelola kostan akan menjamin keamanan dan keselamatan kita selama menjadi penghuni kost mereka. Selain itu, cari kostan di komplek yang memang memiliki satpam atau security. Minimal, tindak kejahatan akan bisa diminimalisir dengan kehadiran mereka :)

3. Cocokkan harga dengan fasilitas
Kostan dengan fasilitas seadanya biasanya dihargai dengan murah. Semua keputusan tergantung kepada kita, apakah kita ingin mencari kostan yang seadanya, ataukah yang lengkap? Kalau memilih yang fasilitasnya lengkap, tentu kita juga harus siap membayar lebih. Contohnya, kostan yang "kosong" atau mungkin hanya disediakan kamar saja, akan memiliki harga sewa yang lebih murah dengan kostan dengan fasilitas tempat tidur, lemari, wifi, kamar mandi di dalam, dsb.

4.  Sistem pembayaran kost
Kalau ini sih opsional ya, tergantung kepada teman-teman. Biasanya ada yang menerapkan pembayaran kost dengan sistem per tahun, namun ada juga yang per bulan. Kedua opsi ini tentunya punya plus dan minus masing-masing. Pembayaran per tahun tentunya akan lebih efektif jika kita sudah punya budget besar sejak awal. Dengan sistem per tahun, kita tidak perlu repot-repot memikirkan biaya kostan per bulan lagi, cukup sekali dalam setahun. Tapi, sistem pembayaran kost per bulan juga punya plus lho, misalnya, jika kita tidak betah, kita bisa menyewa kostan sekitar 1 atau 2 bulan, tidak perlu menunggu 1 tahun lamanya. 

5. Pastikan pengelola kost adalah orang yang baik
Wehehe, maksud dari kalimat ini baik kok. Intinya, teman-teman pasti bisa menyimpulkan apakah pengelola kostan adalah orang yang baik atau tidak, cukup dari kesan pertama ketika kita melihatnya. Kenapa ini penting? Karena kasus pencurian yang terjadi di kostan kerapkali terjadi karena ulah pengelola kost lho, jadi, harap teman-teman mencari pengelola kost yang jujur, yang rajin beribadah, dan bisa menyayangi teman-teman.

Sekian, semoga bermanfaat :)

Wednesday, August 13, 2014

To The Heart Whom I Love and Who Loves Me


I wanna call the stars
To down from the sky
To be a friend of the night
To lighting me in my dark dream

But,
Later the moon comes to me
And refuse my wanted to bring out the stars
Cause stars and moon can’t be separated
with everyone, with everything

Then, morning comes and show me its sun
Big lights that try to smiling to me
Try to tell me what it feels
Try to share me how it happies to having a day

I give my similing too
Decide to bring it out to be mine
But then cloud is prevent of me
It doesn’t give me permission to bring out the sun

Argh! I just confused everytime
Keep thinking of everything I have now
Why do they need each other?

But, sooner or later, I gotta choose
The only one that can approaching my smile
The only name I waiting for a long time
The only girl that can create a unique story in my life

God, I think I’ve find her
The right person who proper to receive my sincerity

God,
You certainly give me the best way
I’m sure she’s my right purpose
Teach me, lead me, and bring me
To the heart whom I love and who loves me


Friday, July 18, 2014

Keluarga Besar ALBULARANG


Ciaaaattt....
Welcome to my blog, guys ! :)
Huaaaaaah saatnya kita mengenal Keluarga Besar ALBULARANG, yuk, yuk!


Do you know what's ALBULARANG?

ALBULARANG means Ambalan Prabu Siliwangi - Nyi Subanglarang. Ambalan ini merupakan organisasi Pramuka tingkat Penegak yang berdiri di SMAN 2 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, dengan gugus depan 06177 - 06178. Hayo, siapa yang tau kapan ALBULARANG lahir?? Yang pastinya gak seumuran sama Bung Karno juga keuleus yah... Hmm, Albularang diresmikan pada tanggal 5 Oktober 2003. So, umurnya sekarang sudah 11 tahun. Masih muda, right? Eits, muda-muda gini ALBULARANG udah punya nama, bro. Sekarang, ALBULARANG sudah punya 12 angkatan alumni lho! Prestasi? Beuh, jangan ditanya. Buanyak bingit lah pokoknya. Yuks ah kita jelajahi siapa-siapa aja yan jadi penghuni ALBULARANG selama ini. Cekidot :D


PEMBINA

1. Risyandi, S.Pd (Kak Ris)

Bapak ganteng yang akrab disapa "Pak Ris" atau "Ayah" ini merupakan Pembina Putra di Ambalan Prabu Siliwangi-Nyi Subanglarang lho! Selain jadi pembina pramuka, Pak Ris ini juga menjadi guru Bahasa Inggris dan Conversation di SMAN 2 Tambun Selatan. Wow, yang pasti beliau jago banget tuh cas-ces-cos kalau lagi ngomong sama bule :D Hmm, beliau ini salah satu 'tokoh' yang saya kagumi lho. Kenapa ya? Karena beliau ituu.. punya sifat sabaaar banget, wawasan luas, kalem, baik, pokoknya cucok deh. Beliau ga pernah absen mendampingi kita di saat-saat pelantikan, mengikuti lomba, atau kegiatan lainnya. Dan yang paling bersejarah banget-banget-banget ya, beliau itu satu-satunya orang yang mendampingi saya waktu Pelantikan Pramuka Penegak Garuda 2012 :) Waaah pokoknya beliau berjasa ngets-ngets untuk kita semua. Buat biodata lebih lengkapnya mungkin bisa langsung liat di  profil akunnya aja kali ya.

2. Mariam, S.Pd (Kak Mariam)
Nahh, kalau ibu nan geulis ini namanya Ibu Mariam, paling akrab dipanggil "Bunda" lho sama kita-kita. Bunda ini juga pembina di ALBULARANG lho, tepatnya pembina putri. Bunda yang super-duper mantap ini juga menjadi guru bahasa Sunda di SMAN 2 Tambun Selatan. Sosok ini terkenal sangat tegas lho, pemirsa! 'Mangsa empuk' bunda ini ya ga jauh2 dari siswa-siswi yang gak disiplin; dateng telat, ga bawa atribut, dll. Wadeuh, kalo bunda udah marah tuh wibawanya keluar banget. Mantap deh! Eits, tapi di balik sikapnya yang tegas, bunda ini juga penyayang lho. Beliau sering banget dampingin kita-kita saat lomba, pelantikan, bahkan bunda ini pernah masak buat kita semua. Mantap kan!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

ANGKATAN-KU (11~ASBES)

 1. Denny Luthfi Bimantoro (Dendut)



Hmm, demi menghormati sang mantan Pradana Putra masa hakti 2012-2013, orang yang satu ini saya taro di nomor paling pertama. Kalian-kalian pada tau? Cowok yang  merupakan mantan Pradana ini paling sering di-bully lho di ambalan, hehehe. Bukan karena dia suka humor sih, karena humornya juga agak garing gitu (sorry, Den :D) Yang jelas, dia itu makhluk ter-aneh yang ada di Albularang (parah banget yak gue?). Jelmaannya Dewa Neptunus (ini kata dia) punya suara yang menggelegar~cetar~membahana banget, bro! Dia sering banget jadi danton di saat upacara, lomba pramuka, dll pokoknya. Kalo udah pake baju Pramuka plus talikoor biru, beuh... lumayan berkharisma deh, hehe. Sekarang, Denny jadi mahasiswa Teknik Metrologi di Universitas Gajah Mada (UGM). Semoga berhasil ya, bro!

2. Luthfi Rahmaditya (Upil)



Nah, kalau cowok yang satu ini dulu pernah jadi Wakil Pradana di 2 periode berturut-turut lho! Mantap ya? Pertama, di zaman kepemimpinannya Ka Ahong (Siapa itu?) Satu lagi, di zaman pemerintahannya si Denny-Denny tadi. Do you know, guys? Luthfi yang akrab dipanggil "Upil" atau "Kak Upil" ini pernah jadi Juara 2 Lomba Mirip Pahlawan! Kalian tau siapa pahlawan yang dimiripinnya? Jenderal Soedirman! Haha. Dibilang mirip sih nggak, tapi kok bisa menang ya? Mungkin jurinya udah kepincut sama pelet si Upil ini :D Dan yang perlu kalian tau, dia ini orangnya cukup bijak lho, guys. Setau saya sih dia nggak pernah marah, di saat suasana lagi panas or tegang, dia "dateng" dengan kata-kata bijaknya yang suka nyejukin hati. Nyessss... btw, Upil ini sekarang jadi mahasiswa di Politeknik Negeri Jakarta. Mantap kan, Gan?

3. Uray M. Farhan (Abang)



Cowok berbadan oke ini mirip banget sama komedian Peppy, you know? Hmm, berbicara tentang Uray, pasti ga akan jauh dari dunia juru adat. Kalo ditestimoni ke anak-anak Albularang, dijamin kesan pertama yang terbayang adalah rujak adat buatan bocah ini. "Rujak" pedes yang rasanya bikin perut panas ini hobi banget dibikin sama dia. Ya, secara, dia Juru Adat di Albularang. Suara yang ngga kalah menggelegar, badan yang cukup bersisik (eh maksudnya berisi), plus talikoor hitam yang sering dipake saat acara resmi Pramuka, membuat orang ini tampak berwibawa banget, guys. Sok ditanya, apa ada junior yang ngga takut sama Uray? Haha. Tapi, by the way anyway busway, Uray juga punya banyak prestasi lho. Salah satunya, dia pernah jadi Juara 1 Abang-Mpok Gamajalastri, pada nyangka nggak? Dia juga mantan Ketua OSIS di SMAN 2 Tambun Selatan lho. Haha. Sekarang, Uray jadi mahasiswa Politeknik ASTRA, dengan beasiswa full, man.. We-O-We ya?!

4. Puspita Anugrah Puteri (Mpus)


Cewek cantik berkulit putih ini akrab banget dipanggil "Mpus", dialah yang menjadi partner Denny menjadi Pradana Putri di ALBULARANG. Dia juga yang menjadi partner Uray waktu lomba Abang-Mpok Gamajalastri. Yaah, pokoknya si Mpus ini punya banyak prestasi deh. And do you know, guys? Mpus itu sering banget lho jadi juara kelas, rengkingnya selalu 1 berturut-turut di setiap semester! (kamu makan apa sih, Pus?) Nah, satu pencapaian hebatnya lagi, dia juga pernah jadi Baki (pemegang bendera) di Satuan Laksana (SATLAK) Kabupaten Bekasi. Berkat usahanya yang cukup keras, ia berhasil lolos SBMPTN dan sekarang menjadi mahasiswi Jurusan Statistika di Institut Pertanian Bogor (IPB). Sukses ya, cantiiiik! :D

5. Sri Lulu Afifah (Mba Lulu)


Huah, sekarang kita berlanjut ke "Mba Lulu". Yaps, cewek imut ini pernah menjabat menjadi Wakil Pradana Putri di ALBULARANG lho. "Mba Lulu" atau "Lulu" ini terkenal penyabar, jarang banget lho dia marah, sebelas-dua belas lah sama si Upil. Dia juga cukup kreatif, kalau ada lomba-lomba yang berhubungan dengan kerajinan tangan, Albularang udah punya jagoannya. Gak lain-lain, pasti si Mba Lulu ini yang dikirim. Mantep ya, bro? Orang yang satu ini cukup asyik lho, enak banget jadi tempat curhat (cucur dipahat), baiknya pake banget, and, mau bekerja keras. Satu peristiwa yang masih teringat sih, Mba Lulu ini merupakan temen yang paling setia kawan, dia yang rela bantuin saya untuk nge-print beratus-ratus lembar Petunjuk teknis (Juknis) HUT Albularan9, gara-gara ditantang sama Pak Ketua yang cukup menyebalkan itu (*eeh :D)

6. Silvia Fitri M.A.

Cewek cute ini merupakan sahabat yang paling dekat sama saya. Kalo ada kegiatan atau rapat, selama ada saya, pasti ada Silvi. Selama ada Silvi, pasti ada saya. Haha. Hmm, si Silvi ini dulu pernah disuka sama Uray lho, ciyee ciyee :D Cewek satu ini orangnya polos banget, kalem, pemalu pula. Padahal, kalo kita udah deket sama dia, sebenarnya kita akan menemukan fakta mengejutkan bahwa Silvi itu cukup ceriwis lho. Dia nih yang menjadi Ketua Angkatan 11 Putri, berpartner sama saya. Haha. Yang pasti, peri kecil ini berhati mulia banget. Siapapun pasti suka sama kepribadiannya. Sekarang, Silvi pasti menjadi orang yang lebih dewasa. Sikap malunya dijamin terkikis habis seiring berjalannya waktu. When I see you later, I want you to be a brave woman. Tetaplah menjadi sahabat terbaik saya ya, Sil! :)

7. Ajeng Fury Antari

Hmm, cewek imut ini dulunya Juru Adat lho, jago banget deh kalau bikin "rujak"! Orangnya cukup gokil, asyik, dan lumayan pinter lho kawan! Setiap di Pramuka, Ajeng ini nggak pernah lepas sama Mba Lulu. Mereka seperti dua sejoli yang selalu setia di mana pun berada. Mesti waspada juga sih, jangan2 jangan2 ya :D. Eh iya, Ajeng ini jago binti super jago banget main bola voli lho, beuh, hati2 deh kalo deket dia. Imut-imut gitu Ajeng pukulannya lumayan ganas, wkwk. Dan, satu lagi nih. Dia kan mantannya Uray lho, kalo dipikir-pikir mereka cukup cocok sih, sama-sama pernah jadi Juru adat di ambalan pula (Piss, jeng! :D) Sekarang, Ajeng udah jadi mahasiswi, bro! Tepatnya di Jurusan PGSD, Universitas Muhamadiyah Jakarta. Mantap ya!

8. Dyah Lang Wilis


Lumayan ngeri nih kalo ngebicarain dia. Tapi, by the way, cewek berwajah cukup jutek ini hatinya baik banget lho! Dia juga salah satu teman dekat saya, yang sering ngintilin atau mungkin saya yang ngintilin dia. Dia juga banyak men-support apapun yang saya lakukan. Yang saya salut, dengan keberanian serta tekadnya yang kuat, ia mau bergabung bersama saya untuk dilantik TKU Laksana. Nyess.. Saat saya mendengar keinginannya itu hati saya seperti disiram air dingin. Sejuknya... Ya, setidaknya ada 1 atau 2 orang yang masih mau saya rangkul dan merangkul saya. Setelah dia mau, Puspita alias si Mpus juga mau. Senengnyaa.. *big hug* Eh eh eh, btw  jangan pernah macem2 lho sama cewek ini. Selain punya bapak yang sakti, dia kan... mantannya... *SENSOR* :D Sekarang, Wilis jadi mahasiswi Teknik Industri di Universitas Darma Persada. Mangaat!!

9. Ayu Zhara Syarifa

Wow, sekarang berlanjut ke Ayu nih! Cewek tomboy berwajah manis ini paling jagoan di antara kita-kita. Channel-nya aja polisi semua :D Tapi, dibalik tomboynya, Ayu ini cantik lho, kadang juga suka dandan feminim-feminim gimanaa gitu, hehe. Ayu ini terbilang cukup multitalenta. Suaranya bisa lantang sehingga pernah dijadikan danton, suaranya juga bagus kalo lagi nyanyi, dan kreativitasnya... widih, tangannya itu lihai banget saat melukis Komik Jepang (Manga) di lembaran kertas miliknya. Selain ikut Pramuka, Ayu juga ikut organisasi Paspamsus (Pasukan Pengaman Khusus) bersama saya. Wah, pokoknya cewek yang satu ini orangnya penuh dedikasi banget deh. Salut!

10. Indah Permatasari

Yapp, berlanjut ke Indah. Huuufft, cewek satu ini teman baiknya Silvi, hatinya sama baiknya. Kalau Silvi dateng di suatu acara, dia pasti dateng. Begitu juga sebaliknya, ckckck. Hmm, cewek ayu kelahiran Jawa ini khas banget dengan tahi lalat di samping hidung, membuat wajahnya jadi tambah manis ya? :) Dulu, Indah bersama saya pernah menjadi tim semaphore saat demonstrasi MOPD di SMAN 2 Tambun Selatan. Walah, saat itu yang posisinya senior hanya kami berdua, dan untungnya Indah bisa diandalkan. Wasyah... Oh iya, cewek satu ini sukaaa banget sama Korea. Hadeuh kalau dia udah cerita panjang lebar tentang artis-artis Korea, pasti deh susah untuk berhenti. Sekarang, Indah sudah mandiri lho kawan! Ia memutuskan untuk bekerja di PT. Keihin Indonesia, tepatnya di Kawasan MM 2100 Cikarang Barat. Sukses ya, Ndah!

11. Gilang Gabrielle Natalya (Mami)


Selain julukan Abang untuk si Uray, Wilis juga memanggil Gilang dengan sebutan "Mami" lho! Emang dasar tukang ganti-ganti nama ya tuh anak -_- Yaps, hmmm "Mami" ini orangnya baiiik banget.. Sifatnya keibuan, enak dijadiin tempat curhat :D Dia juga gokil, tapi kadang2 ucapannya juga bijak :) Sayangnya, si Mami ini lumayan jarang dateng, jadi pada kangen deh -_- Dan, satu lagi... Gini-gini suaranya Mami bagus banget lho, tapi agak cadel sedikit sih, hehe. Dia sering banget ngadain acara khusus buat teman-teman yang beragama kristiani di sekolah :) Hobinya, nggak jauh-jauh dari saya, kalo nggak baca novel ya nulis-nulis! :D Hmm, sekarang si Mami kuliah di mana saya kurang tau, kerja di mana juga saya kurang tau. Tapi, kapan-kapan dikabarin deh yaa. Miss you, Mami...

12. Sifah Faujiah



Dan sahabat terakhir dari angkatan 11 adalaaaah Sifah! Sifaaah, kamu lagi apa sekarang? >,< Sudah lama ya kita nggak bertemu? Tapi, seenggaknya cewek berwajah ayu ini udah punya banyak cerita lho di Albularang. Selain Silvi dan Wilis, saya juga deket sama Sifah. Pribadinya teduh, enak deh dijadiin temen ngobrol. Dia paling deket sama Mba Lulu. Pernah dijulukin 3 serangkai (bersama Lulu dan Ajeng) karena mereka pernah satu tim saat lomba Maket Pioneering. Tapi, Sifah sempet menghilang. Kangen deh ({}) Oh iya, rumahnya nggak jauh kok dari sekolah. Main yuk kapan-kapan :D (*emang rumah lo?) Pokoknya, dia baiiiik banget, dialah satu-satunya orang yang selalu nyemangatin saya, bahkan ketika saya berniat ingin meninggalkan ambalan :( Sifaaah, ambalan selalu terbuka untuk kamu. Yuk, sering-sering main :)


The End... Usai sudah pembahasan tentang Angkatan 11 di Ambalan Prabu Siliwangi - Nyi Subanglarang :) Nantikan cerita lebih lengkap tentang Keluarga Besar ALBULARANG yaa :) See you !




Thursday, July 17, 2014

TIPS SUKSES UJIAN



Untuk menghadapi ujian, apapun itu (termasuk Ujian diputusin pacar :D) pasti punya kiat-kiat tersendiri, yang mungkin akan berbeda pada setiap orang. Tapi, menurut survey gila-gilaan yang saya lakukan, begini nih tips-tipsnya… Disimak baik-baik yaa! :)

1.      Persiapan Jauh-Jauh Hari
Tahap awal untuk sukses menghadapi ujian ya tentunya dengan persiapan yang matang. Dan persiapan matang nggak akan terjadi kalau kita pake sistem SKS (Sistem Kebut Semalam) ya! :D Kalaupun ada orang yang dapet nilai bagus karena pake sistem SKS, mungkin itu hanyalah kebetulan, dan yang mengalaminya adalah 1 dari 1000 orang (lebay!). Jadi, kalau memang teman-teman mau dapet nilai bagus, yuk kita persiapkan dari jauh-jauh hari. Misalnya, kalau ujiannya tanggal 1, kita sudah nyicil memperdalam materi dari 2 atau 3 minggu sebelumnya. Ingat, tugas teman-teman di sini hanya “memperdalam materi”, bukan “belajar dari awal” lagi, karena “belajar” itu dilakukan sewaktu proses KBM (Kegiatan belajar-Mengajar) berlangsung.  

2.      Kuasai Materi Sepaham-pahamnya
Ketika ada materi yang teman-teman rasa belum dikuasai, jangan malu dan ragu untuk bertanya! Bertanya bisa ke guru/ dosen langsung, kakak kelas, atau mungkin teman sekelas. Dengan bertanya, kita bisa berkonsultasi lebih dalam mengenai materi yang belum kita pahami. Lain halnya kalau kita hanya terus menekuni isi buku, membacanya berjam-jam sampai rambut beruban (wow!), tapi alhasil, mungkin belum tentu memuaskan. Tidak ada salahnya membaca buku, tapi ketahuilah bahwa bahasa yang tertulis dalam buku tentunya akan berbeda dengan bahasa lisan. Teman-teman akan lebih cepat mudeng karena bahasa yang dipakai itu bahasa sehari-hari. Makanya, mencari tempat bertanya/ konsultan juga harus pake trik. Cari “guru” yang bisa dengan mudah membuatmu mengerti. Kalau memang bahasa guru/ dosen terlalu tinggi, bertanya dengan teman yang pintar juga bisa jadi alternatif lho!

3.      Datang Tepat Waktu
Persiapan materi sematang apapun kalau kita datang terlambat pasti akan percuma. Karena dengan terlambat hati kita menjadi tidak tenang, waktunya tidak maksimal dan mungkin pikiran akan blank. Tipsnya, semalam sebelum ujian dimulai, hindari tidur larut malam walaupun itu untuk belajar. H-1 ujian adalah waktunya untuk me-refresh otak teman-teman, jangan buat otak itu menjadi ngebul dengan sekelumit rumus dan deretan teori, oke! :)


4.      Minta Doa dari Rekan-Rekan, terutama Orang Tua
Meminta do’a untuk kelancaran ujian ternyata cukup ampuh lho, apalagi do’a orangtua, beuh… Nah, makanya, ketika menjelang Ujian, kita harus baik-baikin orangtua (tapi gak hanya saat mau ujian aja yah! :D). Sebelum berangkat ada baiknya bersalaman (cipika-cipiki juga boleh), lalu meminta do’a mereka agar saat ujian kita diberi kelancaran dan kemudahan untuk menyelesaikannya.

5.      Berdo’a Sebelum Mengerjakan
Setelah meminta do’a, tugasnya kita untuk berdo’a juga dong. Ucapkan basmalah, atau doa-doa lainnya yang dirasa perlu, tapi nggak sampai baca Al-Qur’an 30 Juz juga ya, nanti bisa-bisa waktunya habis :D

6.      Jujur dan Telitilah!
Jujur adalah kunci utama kesuksesan. Maksu dari jujur di sini, apa yang kita tuliskan pada lembar jawaban adalah murni dari pikiran kita. Bukan dari contekan teman atau contekan yang kita buat diam-diam. Walau hasilnya mungkin akan bagus, tapi tetap saja teman-teman tidak akan merasa puas. Hasil yang tidak murni tidak akan membantu banyak, apalagi, menyontek saat ujian adalah hal yang lumrah ditemui. Oleh karena itu, pihak sekolah/ perguruan tinggi kita tentunya akan melakukan pengawasan yang ketat. Jadi, jangan coba-coba untuk bersikap tidak jujur ya J.
Dan untuk teliti? Hmm itu juga sangat diperlukan lho, apalagi untuk pelajaran/ mata kuliah yang berkaitan dengan hitung-hitungan, salah satu angka saja urusannya bisa berabe :D So,yang teliti ya sob! Sisakan waktu 10-15 menit untuk memeriksa ulang jawaban kita, jangan tergiur untuk cepat-cepat mengumpulkan, karena guru/ dosen menilai dari hasil jawaban kita, bukan seberapa cepat kita menjawabnya. Sip! :)



7.      Bertawakallah!
Setelah lembar jawaban diperiksa, dan jika waktunya memang sudah habis :D, saatnya untuk bertawakal. Biasanya lembar jawaban dikumpulkan oleh kita, tapi sebagian mungkin akan diambilkan oleh pengaawas. Yang penting, pastikan jawaban-jawaban kita adalah jawaban terbaik, jangan sampai kesalahan kecil akibat ketidaktelitian membuat nilai ujianmu kurang baik J Dan yang lebih wajib lagi, pastikan teman-teman tidak salah melihat lembar soal dan membuat soal ujian sendiri :D Pasrahkan semua kepada Yang Maha Kuasa, karena kita telah berikhtiar dan juga berdo’a. Segala kehendak berada di tangan-Nya, jadi, jangan pernah berputus asa untuk terus berdo’a :)


Demikian infonya. Semoga bermanfaat dan sukses ujian ya! :)